Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
Liga Santri Nusantara 2016

LSN Ajang Pembinaan Skill dan Moralitas Pemain Sepak Bola

Home / Olahraga / LSN Ajang Pembinaan Skill dan Moralitas Pemain Sepak Bola
LSN Ajang Pembinaan Skill dan Moralitas Pemain Sepak Bola Wakil Ketua Panitia Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2016, Syaifuddin Munis (Foto: Senda/ TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Wakil Ketua Panitia Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2016, Syaifuddin Munis menyatakan kompetisi sepakbola santri ini merupakan ajang menanamkan pendidikan sekaligus pembinaan moralitas dari kalangan santri dan pesantren. 

"LSN ini membantu memupuk pemain dengan pendidikan skill, berbasis moralitas pesantren," kata Syaifuddin, Sabtu (29/10/2016)

Menurutnya, kompetisi pertandingan sepak bola antarpesantren yang diselenggarakan Kemenpora bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU berbeda dengan pembinaan pemain melalui liga-liga yang ada.

Sebab, dalam LSN, setiap pemain pemain dibina untuk meyeimbangkan antara skill dan moralnya, sesuai dengan akhlakul karimah yang diajarkan di pesantren.

“Cium tangan kepada wasit, tidak protes keras dan tidak melakukan tindakan anarkis saat menerima hukuman, dan saat menjatuhkan lawannnya harus segara dibangunkan dan bersalaman, itu yang terjadi di Liga Santri,” jelasnya.

Syaifuddin menambahkan selain menonjolkan pembinaan moralitas, regulasi LSN tudak lepas dari standar FIFA secara regulasi permainan. Namun, dalam liga ini hanya dikombinasikan dengan kultur pesantren yang dibawa santri ke lapangan sepak bola. 

Oleh karena itu, ia juga menyatakan untuk mendukung penuh LSN ini, regulasi sepak bola langsung didampingi M Kusnaeni, seorang profesional di bidang itu. Sedangkan untuk pembibitan dan pembinaan usia muda, LSN didampingi pemandu bakat oleh pemain legendaris nasional, Robby Darwis. 

“Dengan itu para santri tidak akan seperti tarkam yang tidak ada ujung capaian prestasi di masa yang akan datang,” kata pria yang juga menjabat Direktur Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) untuk olahraga prestasi. 

Selain itu, Syaifuddin juga menjelaskan LSN akan menjadi  agenda jangka panjang sebagai pendidikan dan pembibitan. Kaeena itu, kedepan diharapkan melalui ini, santri akan bisa berprestasi, terutama dibidang sepak bola.

“LSN nanti akan bisa menyumbangkan pemain di liga profesional di nasional maupun internasional. Sebab, sudah digembeleng pada sisi moralitas dan spiritual pesantren yang sangat militan,” jelasnya.    

Ia juga menambahkan informasi, selain di bidang pemain, penonton LSN juga menjadi supporter berbeda dengan suporter lainnya. Sebab, selain tertib di pinggir lapangan, mereka juga menyanyinyakn mars persantren dengan tertib dan membacakan shalawat Nabi. 

"Liga ini berbeda dengan liga pada umumnya," tutupnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com