Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

OTT di Pamekasan, Ternyata Nilai Duit Suap Lebih Besar dari Nilai Proyek

Home / Peristiwa / OTT di Pamekasan, Ternyata Nilai Duit Suap Lebih Besar dari Nilai Proyek
OTT di Pamekasan, Ternyata Nilai Duit Suap Lebih Besar dari Nilai Proyek ILUSTRASI: Kasus Suap. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Pamekasan, Jawa Timur (Jatim) kali ini cukup berbeda. Sebab nilai duit suap yang diberikan lebih besar dibandingkan nilai proyek pengadaan.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, latarbelakang kasus ini bermula dari laporan sebuah LSM ke Kejari Pamekasan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan di Desa Dassok yang menggunakan dana desa senilai Rp 100 juta.

"Latar belakang kasus ini agak berbeda dari sebelumnya karena AGM (Agus Mulyadi) dilaporkan LSM di Kejaksaan atas dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsi) pengadaan di desanya yang menggunakan dana desa, nilai proyek pengadaan tersebut adalah Rp 100 juta dan diduga ada kekurangan volume," ucap Laode M Syarif di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017).

Mengetahui adanya laporan itu, Kepala Desa Dassok, Agus Mulyadi memutar otak untuk meloloskan diri. Dia pun menjalin komunikasi dengan pejabat di Pemkab Pamekasan untuk memberikan suap ke Rudy agar kasus itu tidak ditindaklanjuti.

"Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kejari Pamekasan dan ditindaklanjuti dengan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Untuk mengamankan kasus dilakukan komunikasi dan pejabat disepakati dana Rp 250 juta," ucap Syarif.

Atas hal itu, KPK melakukan OTT dan menangkap 10 orang termasuk Bupati Pamekasan Achmad Syafii. Namun dari 10 orang itu, KPK hanya menetapkan 5 orang tersangka yaitu Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kepala Inspektorat Pamekasan Sutjipto Utomo, Kajari Pamekasan Rudy Indra Prasetya, Kepala Desa Dassok bernama Agus, dan Kabag Administrasi Inspektur Pamekasan Noer Solehhoddin. Sedangkan, 5 orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.

Agus diduga sebagai pemberi suap, sedangkan Sutjipto dan Noer diduga sebagai perantara suap. Sementara Rudy sebagai penerima suap. Sedangkan, peran Syafii dalam kasus tersebut yaitu menganjurkan untuk memberikan suap. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com