Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Polemik RUU Pemilu, Pramono: Presiden Minta Kedepankan Kepentingan Bangsa

Home / Peristiwa - Nasional / Polemik RUU Pemilu, Pramono: Presiden Minta Kedepankan Kepentingan Bangsa
Polemik RUU Pemilu, Pramono: Presiden Minta Kedepankan Kepentingan Bangsa Seskab menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima delegasi ekonomi Swiss, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7) pagi. (Foto: Setkab)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pansus RUU Pemilu di DPR gagal capai kesepakatan berdasarkan musyawarah dan mufakat di beberapa isu kritis seputar RUU Pemilu.

Rencananya, Sidang Paripurna RUU Pemilu akan akan dilakukan pada Kamis (20/7) mendatang dengan 5 paket opsi pilihan soal isu kritis tersebut.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan bahwa Pansus masih punya waktu untuk menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut sebelum Sidang Paripurna.

“Presiden memantau semua perkembangan yang ada. Tentunya harapannya dalam hal berkaitan dengan RUU Pemilu, lebih mengedepankan kepentingan bangsa dalam jangka panjang. Bukan semata-mata untuk kepentingan politik jangka pendek,” kata Pramono di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7) pagi seperti ditulis laman setkab.go.id.

Pramono menilai tarik-menarik soal RUU Pemilu yang terjadi saat ini cenderung hanya untuk kepentingan jangan pendek.

"Kita perlu memikirkan untuk kepentingan jangka panjang, apakah hal yang berkaitan dengan pemilu ini dipersiapkan oleh badan tertentu atau oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Sehingga tidak selalu setiap tahun atau setiap waktu itu mau pemilu, energi kita habis terlalu banyak untuk hal tersebut," tambahnya.

Dia juga berharap DPR bisa membangun sebuah sistem bangunan konstitusi yang lebih baik untuk keperluan jangka panjang. Sehingga tidak setiap waktu, setiap saat mau pemilu kemudian harus mengubah UU itu. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com