Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Mensesneg: Presiden Biayai Sendiri Biaya Keluarga yang Ikut Lawatannya

Home / Peristiwa - Nasional / Mensesneg: Presiden Biayai Sendiri Biaya Keluarga yang Ikut Lawatannya
Mensesneg: Presiden Biayai Sendiri Biaya Keluarga yang Ikut Lawatannya Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Foto: Jokowi Official Website)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden telah memberi arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada Senin (3/7) di Istana Merdeka, Jakarta sebelum melawat ke luar negeri bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman sejak 5 sampai 9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden.

Demikian pernyataan Menteri Sekretaris Negara Pratikno menanggapi berita yang beredar di media sosial soal keluarganya ikut dalam lawatannya ke Turki dan Hamburg, di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Minggu, (9/7) seperti dilansir Antara.

Menurut Pratikno, Presiden Joko Widodo bahkan selalu mempertimbangkan efisiensi dalam setiap kunjungan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Komitmen Pak Presiden luar biasa mengenai hal-hal seperti ini. Kontrol serius, efisien agar tujuan tetap tercapai, target tetap tercapai, efektivitas tetap tinggi, tetapi dengan cara yang efisien," tambahnya.

Menurut Mensesneg, sejak menjabat sebagai Presiden, Jokowi selalu menekankan efisiensi dan efektivitas dapat diterapkan tidak hanya kepada para pegawai negeri, namun juga dalam kegiatan kepresidenan.

Jokowi juga memilih untuk menumpangi pesawat kepresidenan "Indonesia Satu" dalam melakukan kunjungan kerja dengan perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, daripada menyewa pesawat berbadan lebar dari maskapai Garuda Indonesia.

Selisih biaya jika menggunakan pesawat sewaan maskapai Garuda dapat sebesar lima kali lipat dibanding menumpang pesawat Indonesia Satu.

Kendati memerlukan transit untuk mengisi bahan bakar di suatu tempat, Jokowi memilih untuk menggunakan pesawat kepresidenan.

"Kelemahannya, satu, seat-nya tidak nyaman, kurang nyaman untuk perjalanan jauh dan yang kedua juga bahan bakarnya tidak mencukupi, sehingga harus lebih banyak transit dan akhirnya pak Presiden memutuskan demi efisiensi memakai pesawat sendiri," jelas Pratikno. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com