Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Tidak Dibayar, Puluhan Linmas di Banyuwangi Mengundurkan Diri

Home / Peristiwa - Daerah / Tidak Dibayar, Puluhan Linmas di Banyuwangi Mengundurkan Diri
Tidak Dibayar, Puluhan Linmas di Banyuwangi Mengundurkan Diri Baju Linmas yang di tinggalkan begitu saja di Kantor Desa Wringinagung, Banyuwangi, Selasa (31/1/2017).(foto: Romi Syahroni/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Linmas di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, ramai-ramai luruk kepala desa karena gaji yang belum dibayar, Selasa (31/1/2017).

Sekitar 33 Linmas, dari 35 petugas Linmas, ramai ramai menayakan keterlambatan gaji ke Kepala Desa Sunaryanto.

"Harusnya gaji kami diberikan pada ahir Desember tahun lalu, namun saat ditanyakan akan dibayar Januari," kata Ketua Linmas Desa Wringenagung, Saeno.

Namun hingga penghujung bulan Januari tak kunjung mendaparkan haknya, Saeno dan teman-temannya kembali menanyakan kejelasan hak mereka ke kepala desa.

"Hari ini, kami juga tidak mendapat kejelasan. Untuk itu, kami sepakat untuk mengembalikan seragam Linmas ke pemerintah desa," kata Saeno dengan nada penuh emosi.

"Tidak hanya itu saja, kami sepakat mengubdurkan diri dari petugas Linmas dengan surat penyataan bermaterai," lanjutnya.

Saeno menambahkan, keterlambatan gaji sangat tidak masuk akal. Ini mengingat anggaran yang diberikan kepada Linmas setiap tahun ada cukup besar.

"Ada dua puluh juta lebih, namun baru di cairkan sekali, dengan jumlah sepuluh juta lebih, dipertengahan tahun 2016," katanya.

Sementara itu, usai menyampaikan protes, tanpa berpamitan, seluruh Linmas dengan cekatan mencopot baju seragam yang dikenakannya dan memasukkan ke dalam tas plastik  lalu meninggalkan kantor desa begitu saja.

Sunaryanto, Kepala Desa Wringinagung, mengatakan setelah kejadian ini, pihak desa masih akan mengumpulkan Linmas untuk mencari solusi terbaik.

"Setelah ini rencananya akan saya kumpulkan lagi untuk musyawarah," katanya.(*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com